Skip to main content

Posts

Featured Post

Selamat Datang!

Assalamualaikum waromatullahi wabarokatuh. Selamat datang di blog resmi Maha Deoh. Ini adalah wadah untuk menampung karya-karya Maha Deoh. Ada bisa memilih jenis bacaan dengan meng-klik sidebar di sisi kanan atas. Silakan jelajahi blog ini dan nikmati waktu Anda. إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia.” HR at-Tirmidzi (no. 2685) dan ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul kabiir” (no. 7912), dalam sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadits ini dikuatkan oleh hadits lain yang semakna. Hadits ini dinyatakan hasan shahih oleh imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani rahimahullah dalam “Silsilatul ahaditsish shahihah” (4/467). (disalin dari ...
Recent posts

Masif Antidewa (Episode 2: Cadangan)

PERHATIAN!!! LEBIH BAIK BACA AL-QURAN DARIPADA BACA MASIF Allah ciptakan kita karena kesempurnaannya Bahkan jagat pun tunduk dan bertasbih Bumi tak pernah letih berselimut zikir pun di lautan, gunung-gunung, dan Neo Jakarta Jauh di lorong itu, di sudut bilik itu Satria Musa menatap jendela Ia menyendiri, tenggelam dalam relung Tubuhnya mendiam, duduk di pembaringan Jauh dalam benak rapuhnya Bayang-bayang Vagriel masih bergairah Tangannya bersarung api merah membara dan Masif-2 hanya menjalankan tugas Satria menang, Vagriel terberai hina di angkasa tapi getar-getar itu menghantam ke jiwa menggerogoti relung yang pernah rapuh dan tubuh pun tak lagi sanggup bernafsu Detik ini masih berdetak di hidupnya Satria melangkah pergi dari pembaringan Hati sudah penuh dengan perjuangan tapi hidup selalu butuh perjuangan Melangkah ia menyusuri lorong Kaki-kakinya masih lemah badan bak terombang-ambing tapi darah masih mengalir panas Di kejauhan, raksasa besi berkilauan emas Tinggi tegap berlapis baj...

Masif Antidewa (Episode 1: Satria Musa)

PERHATIAN!!! LEBIH BAIK BACA AL-QURAN DARIPADA BACA MASIF Langit runtuh selepas isya menebar kutukan yang belum usai Ketika satu kepulan api menghujam para dewa bermain hati Bumi mengerang, berdahak debu dan batu Angin pun padam, rembulan tertahan malu Bintang-bintang minggat entah kemana dan jiwa-jiwa sekarat menanggung dosa Apalah arti hidup, jika hanya berlarian Apalah arti cinta, jika terus sengsara Hati-hati menjerit, jiwa-jiwa nestapa Dewa pun tersenyum, menunggu kelahiran baru Neo Jakarta bergemuruh dibuatnya Pasukan tempur menenteng senjata Begitu pula Satria Musa Melompat ia ke Masif-2 Mesin menyala, Satria melaju ke sumber petaka Robot raksasa itu berlari di jalanan menyibak udara malam yang kelu Tak pedulikan darah dan nyawa bakal diobral "Pesta, pesta, pesta!" "Tengoklah! Tengoklah Zidan!" Akbar dan Naem selalu begitu Memaksa Satria berada di persimpangan Ternampaklah ia, makhluk setinggi gunung Kepalanya kuda binal, tubuhnya pria rupawan Berbalut jarik ...

Subuh

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ 1. Hai orang yang berkemul (berselimut), قُمْ فَأَنذِرْ 2. bangunlah, lalu berilah peringatan! وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ 3. dan Tuhanmu agungkanlah! وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ 4. dan pakaianmu bersihkanlah, وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ 5. dan perbuatan dosa tinggalkanlah, Untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi situs saudara kita ini: Referensi: https://tafsirweb.com/37323-quran-surat-al-muddatstsir.html

Mangkuk

مَا أَكَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى خِوَانٍ وَلاَ فِيْ سُكُرُّجَةٍ “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah makan di atas meja makan dan tidak pula di atas sukurrujah.” [HR. Al-Bukhari no. 5415] مَا عَابَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعاَماً قَطُّ إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَ إِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan, apabila beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berselera, (menyukai makanan yang telah dihidangkan) beliau memakannya, sedangkan kalau tidak suka (tidak berselera), maka beliau meninggalkannya.” [Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 3563), Muslim (no. 2064) dan Abu Dawud (no. 3764)] “مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.” “Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan...